Apple to Apple comparation

Sebenarnya melakukan perbandingan Google Apps dengan Microsoft Exchange 2010 bukanlah perbandingan yang berimbang. Istilah yang sering digunakan saat ini, not apple to apple. Mengapa? karena Google Apps bukanlah sekedar perangkat lunak email messaging system. Google apps lebih merupakan sebuah integrated services yang mengadopsi berbagai konsep modern di dunia IT seperti email messaging, office collaboration, mobile access, cloud computing dan lain sebagainya. Sementara Microsoft, walaupun juga memiliki layanan public cloud seperti halnya Office365, namun tetap memiliki produk-produk yang oleh setiap customernya dapat digunakan untuk membangun infrastruktur private cloud milik mereka sendiri.

Google Apps Overview.

Google Apps

Google Apps menawarkan alat bantu komunikasi dan kolaborasi sederhana yang andal untuk bisnis besar maupun kecil  semua diinangi oleh goole untuk menyederhanakan penyiapan, meminimalkan pemeliharaan dan menekan biaya IT.

Google apps menjadi semacam mobile office dimana kita bisa mengakses data yang kita miliki dari mana saja bahkan berinteraksi dengan rekan kerja secara mudah asalkan terhubung dengan internet.

Hal itu dimungkinkan dengan adanya jaringan data center Google yang sangat worldwide, yaitu sebanyak 19 Data center di benua Amerika, 12 di benua Eropa, satu di Rusia, satu di Amerika Selatan, dan 3 di benua Asia(1), memungkinkan mereka menyediakan layanan Google Apps secara worldwide.

Microsoft Exchange 2010 Overview

Microsoft Exchange adalah salah satu produk Microsoft yang berfungsi sebagai Mail Server Application berskala enterprise. Untuk dapat menandingi kemampuan Google Apps yang dapat menangani berbagai task, maka Microsoft Exchange 2010 harus berkolaborasi dengan berbagai produk Microsoft lainnya seperti Office 365, Windows Azzure, Sharepoint dan lain sebagainya sehingga terciptalah satu solusi Cloud Office Application seperti yang ditawarkan oleh Google Apps.

Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan masing-masing produk secara umum :

Kelebihan Google Apps

  • Konsep Public Cloud yang ditawarkan oleh Google Apps tentu saja sangat menekan biaya dari sisi infrastruktur. Pengguna tidak perlu bersusah payah memikirkan biaya investasi untuk server, semua sudah ditangani oleh Google.
  • Tidak perlu ada license atau license assurance. Pada dasarnya Pengguna Google Apps adalah pengguna jasa, bukan pemilik suatu produk. Pengguna pada dasarnya tidak membeli apapun, hanya membayar biaya sewa bulanan atau tahunan.
  • Mobile Acces : Ini merupakan keuntungan paling utama yang bisa didapatkan pengguna Google Apps. Google Apps dapat diakses anytime anywhere.

Kelemahan Google Apps

  • Kita dapat mengakses Google Apps (atau data yang kita miliki yang kita posting di Google Apps) hanya bila kita memiliki koneksi internet untuk dapat menjangkau Google.

Kelebihan Exchange :

  • Karena kita memiliki infrastruktur sendiri, maka kita ketergantungan kita dengan pihak luar lebih kecil, sehingga kita dapat lebih berkembang dan data yang kita miliki dapat lebih kita jaga.
  • Dengan Exchange di dalam jaringan kita sendiri, maka kita tidak perlu terkoneksi dengan internet hanya untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan rutin kita.
  • Mobile Acces : Bila Exchange 2010 dikombinasikan dengan konsep Private Cloud Computing, maka tentu saja Exchange pun akan memiliki kemampuan Mobile Access yang handal.

Kekurangan Exchange 2010 :

  • Pembelanjaan IT pada awal implementasi akan relatif lebih mahal dan harus dikonfigurasikan semaksimal mungkin.
  • Pengeluaran akan menjadi relatif lebih besar, dibutuhkan biaya Licensi.

Kesimpulan :

  • Google Apps merupakan suatu aplikasi yang cerdas dan sangat menunjang konsep computing dewasa ini, namun sifatnya yang public membuat Google Apps belum dapat / masih perlu dipertimbangkan kembali untuk dapat diimplementasikan ke lingkungan enterprise. Beberapa pertimbangan masih perlu dijawab oleh Google, seberapa banyak bisnis saya akan tergantung oleh Google, Bagaimana bila bisnis saya sudah sangat tergantung dengan Google, mengapa untuk membuka file milik saya sendiri saya membutuhkan internet, Apakah layanan kustomisasi memerlukan tambahan biaya, dan masih banyak lagi, dan tentu saja, pertimbangan harga murah yang ditawarkan jangan sampai menihilkan pertimbangan di sisi lainnya. Sebuah organisasi harus sedapat mungkin mandiri dan berdaya saing.
  • Microsoft Exchange, bila berdiri sendiri, belum dapat menandingi Google dari segi feature-feature yang ditawarkan, Exchange masih membutuhkan rekan-rekannya sesama produk Microsoft untuk melakukan hal itu. terlebih, pendekatan Microsoft dalam hubungannya dengan Private Cloud Solution masih melibatkan terlalu banyak komponen harga sehingga akumulasi harga akhirnya kurang dapat bersaing di pasaran. Microsoft harus dapat membuktikan bahwa menggunakan produk Microsoft adalah suatu pilihan yang cerdas.